Disclaimer : Lee Myoung Joon and Lyto corp.
_________________________________________________________________________________
"Pulang, Ka."
Hujan masih bengis membasahi New World. Sebengis ratusan rasa yang berkecamuk dalam benak sang guillotine cross muda. Dan ia pun tidak repot-repot untuk menggubris celoteh menyebalkan dari royal guard di hadapannya, yang juga digenangi dengan ribuan rasa tak biasa. Genangan raut cemas dan sorot mata sarat kekalutan yang tidak seharusnya.
Sama-sama menggila dalam diam dan sejuta persepsi dalam otak masing-masing.
"Pulang. Om Ru sama Tante Siren khawatir. Magus juga lagi engga bisa ke sini. Makanya, pulang."
Dengus melecehkan. Leon langsung gatal ingin menguyek habis perempuan di depannya itu.
"Apa peduli lo?"
"Peduli gue? Demi Odin, astaga, Aka... gue peduli sama lo atas nama kedamaian dunia baru ini!"
Rintik hujan. Semakin deras. Hujan yang hanya guyuran air sedingin esnya saja. Tanpa angin. Tanpa guruh di langit.
Akachi mengacungkan katarnya. Manik birunya yang berubah menjadi semerah darah. Sadis. Sementara rahang Leon mengeras. Mulut mengatup rapat-rapat.
"Lo mau bawa gue pulang. Baik. Pulangin gue dalam keadaan apapun."
Selamatkan aku dari kegilaan yang merusak isi kepalaku ini, Leon....
****
"Leon! Aka--"
"HEH!! Cewek gue BUKAN KARUNG GONI!! Ngapain lo ngebopong dia kayak gitu--"
"Kamu luka, Leon. Kamu engga apa-apa?"
Senyum satir. "Cuma beberapa kali rolling cutter dan sekali cross ripper slasher... kalau dua kali, mungkin saya yang melayang, Om, Tante...."
"Mungkin kalau dia lagi waras, dia bisa ngalahin kamu, ya?"
"Ahaha... Om Ru bisa aja...."
"... thanks, Leon."
"Heh. Makanya, jagain tuh cewek lo. Kalau udah ngamuk gini, susah nanganinnya."
Susah, iya... nanganin sisa perasaan gue aja susah, terus gue masih aja kena getah buat nanganin dia?
"Hahaaa... masih bersyukur tapi, 'kan... isi hati lo masih selamat, engga seancur armor lo?"
"Brengsek lo jadi orang, Magus. Dan--OUCH...!! Woi yang di situ--MAGUS LO MAU NGAPAIN LUKA GUE?!!"
No comments:
Post a Comment