20130115

Love Potion #5

Festival musim gugur, suatu rangkaian acara tahunan wajib bagi setiap sekolah di seluruh pelosok Jepang. Paling terkenal dengan rumah hantu, rumah ramal, terutama maid cafe-nya. Bedanya dengan Lazura High Academy, yang menjadi legenda bukanlah tiga menu yang telah disebutkan pada kalimat sebelumnya.

Sekolah swasta internasional sinting ini punya tradisi yang dinamakan Cupid's Down to Earth. Ya, seperti yang kelihatannya, kontes ini tidak lain adalah perebutan gelar pasangan terbaik yang dinilai berdasarkan mawar terbanyak yang diperoleh dari setiap pengunjung maupun penghuni sekolah. Tahun ini, dari lima belas pasangan yang mendaftarkan diri, lima di antaranya merupakan pasangan tolol yang didaftarkan secara paksa oleh sang ketua acara.

.

Pasangan pertama, Akito dan Asaka.

Pasangan lawas ini dijebloskan ke dalam lingkaran samsara oleh Kaito atas permintaan anggota klub orkestra dan teater, dengan alasan mengejar kebenaran akan berita miring di telinga mengenai status keduanya yang telah sampai ke tahap lanjut, dari status 'pacaran' sampai ke 'korban-omiai-keluarga' yang sampai saat itu belum juga ada konfirmasi dari kedua belah pihak yang bersangkutan. Jelas saja, Akito dan Asaka langsung ambil langkah seribu selesai pagelaran kolaborasi orkestra dan teater sebagai hidangan pembuka acara....

... dan sampai festival berakhir, keduanya berhasil menyembunyikan diri dengan penyamaran sebagai yuki onna dan karasu tengu di wahana rumah hantu. Tapi tentu saja, tidak melupakan empat puluh satu tangkai bunga mawar yang tidak berhasil mereka tolak tepat setelah keduanya turun dari panggung pagi tadi.

.

Pasangan kedua, Rio dan Leyka.

Pasangan dengan tagline 'cebol kuadrat' yang sering salah disangka sebagai murid-murid Lazura Junior Academy oleh seantero penghuni sekolah ketika hari pertama kedatangan mereka di sana. Hebatnya lagi, Kaito si ketua acara berhasil mengiming-imingi Rio dengan berbagai macam atraksi yang melibatkan ketahanan fisik, olahraga, dan hadiah makin gratis sampai puas agar, setidaknya, wajah tampannya selamat dari tendangan berputar kebanggaan Rio.

Ketika melihat ajang tandingnya, Rio mulai menyadari bahwa si ketua acara alias Ketua Dewan Siswa Lazura High Academy itu sepertinya memang punya disfungsi otak yang cukup akut. Bagaimana tidak? Pertandingan lari rintangan lima ratus meter, dengan rintangan seperti panjat tebing, lompat kangkang, melompati papan di atas kolam renang, panjat jaring, mengelilingi hampir seluruh area sekolah dan dilakukan bersama sang pasangan... Rio bersyukur ketua acaranya belum memasukkan flying fox sebagai salah satu rintangan.

"Yo... lo serius--"

Rio tidak membiarkan Leyka meneruskan kata-katanya. Dan sedetik kemudian, Leyka sudah mulus mendarat dalam dekapan Rio--bridal style.

Ya, hanya bermodalkan dua kakinya, Rio berhasil menyabet gelar juara lari-rintangan-bersama-pasangan, dengan lima puluh tiga tangkai mawar disodokkan dalam pelukan Leyka dari para penonton yang histeris melihat aksi nekat pacarnya itu.

.

Pasangan ketiga, Luke dan Chiharu.

Pasangan paling damai dan tidak peduli dengan perlombaan--atau sepertinya Chiharu terlalu lemot untuk mengerti bahwa dirinya tengah dijadikan taruhan beramai-ramai seluruh massa yang mengunjungi festival. Keduanya malah asyik berkeliling stand, mencicipi ikayaki, es serut rasa susu stroberi, pisang cokelat, gulali apel, bertanding di wahana tembak dan pancing bola air.

Dua puluh sembilan tangkai mawar sebagai perolehan mereka, dengan seluruhnya diberikan oleh para penjaga stand yang mereka kunjungi. Bagaimana tidak? Luke terlihat begitu romantis setiap kali ia berusaha mati-matian menembak dan memancing apapun benda yang ditunjuk telunjuk mungil Chiharu.

.

Pasangan keempat, Yuuji dan Lyra...

... atau seperti itulah nama kontestan yang dengan yakin Kaito daftarkan satu minggu yang lalu.

Karena nyatanya, Shinji berhasil mengekor kemanapun adik dan pasangannya itu melangkah pergi, seolah berusaha menjauh dari jangkauannya. Dan betapa pengunjung menemukan komplikasi hubungan rumit mereka menjadi begitu menggelitik, menggemaskan, dan mendebarkan. Lyra yang kemudian diapit kanan-kirinya oleh kedua putra keluarga Shiozaki yang memang punya ketampanan di atas rata-rata... ah, impian seluruh wanita rasanya, diperebutkan oleh laki-laki seperti mereka. Yang satu tipikal bad boy kelas kakap dengan hati seromantis cassanova, sementara yang satunya lagi tipe seorang ksatria berarmor emas yang selalu hadir kapanpun dibutuhkan.

Tujuh puluh dua tangkai mawar, dengan papan skor tambahan di dekat gerbang masuk yang berisi angka taruhan untuk Shinji dan Yuuji. Dari tujuh puluh dua, ternyata Shinji berhasil memenangkan lima puluh lima mawar yang kini masih dipeluk Lyra erat-erat di dadanya.

Sepertinya, istilah 'bad-boy-memang-lebih-menarik-perhatian' itu memang benar adanya....

.

Pasangan kelima, Andreas dan Nandi.

Kali ini, untuk mengatasi masalah si adik kembar yang mengidap posesif dan sister-complex akut pada si kakak kembar, Kaito memutuskan untuk mengurung Nara dan mendandaninya menjadi butler di maid cafe, tak lupa ancaman akan memisahkan kelas mereka ketika saudara kembar itu naik kelas nanti sebagai harga mati agar Nara tidak mangkir dari kurungannya.

Dan juga kali ini, Kaito ikut turun tangan sendiri mengacaukan kedua (calon) sejoli itu.

Gosip santer memang sudah beredar, cerita yang diragukan kebohongannya mengenai sang ketua dewan siswa yang hati dan pikirannya berhasil dijungkirbalikkan atas nama cinta oleh seorang murid pindahan dari Indonesia, dengan ciri-ciri manik teduh hijau zamrud dan rambut hitam panjang berkilau layaknya bidadari turun dari langit ketujuh. Cerita hampir non-fiktif itu lantas ditangkis dengan sempurna oleh kehadiran Andreas, sang pangeran berkuda putih dari sang malaikat elok, meski sayangnya seluruh lapisan sekolah juga tahu bahwa Kaito merupakan tipe sebelum-bel-gereja-berdentang-berarti-masih-ada-kesempatan. Maka jangan heran, ketika pagi tadi Kaito mengumumkan seluruh kandidat perlombaan Cupid's Down to Earth, ia juga memproklamirkan dirinya sebagai setan yang akan merenggut salah satu pasangan perlombaan itu.

Ini yang menarik. Untuk para pengunjung dan penikmat acara. Tapi tentu saja tidak bagi Andreas dan Nandi sendiri.

Pertarungan kejar-kejaran yang lebih alot dari pasangan Shinji-Lyra-Yuuji pun berlangsung (karena memang Nandi tidak mau menyerah, tidak seperti Lyra yang pada akhirnya mengizinkan Shinji untuk ada di sampingnya), dan para panitia acara--terutama Wataru sebagai ketua seksi logistik--hanya geleng-geleng pasrah ketika papan skor taruhan untuk Kaito melawan Andreas ikut bertengger di sebelah papan skor milik Shiozaki bersaudara yang sudah mulai memasuki titik jenuh. Kalau kemenangan Shinji di atas Yuuji bisa dibilang nyaris telak, maka Andreas dan Kaito bertaruh atas ketatnya perolehan mawar untuk mereka.

Kaito empat puluh. Andreas empat puluh satu.

Andreas empat puluh tiga. Kaito empat puluh empat.

Kaito lima puluh satu. Andreas lima puluh satu.

Sampai Nandi yang gemas, pada tujuh menit sebelum tiba di penghujung perlombaan mengejar cinta tolol tersebut, melakukan hal yang--kemudian diakuinya--paling ekstrim seumur hidupnya.

Nandi mencium Andreas. Hangat. Lembut. Penuh rasa. Penuh cinta. Di tengah kerumunan massa. Sampai Andreas merengkuhnya dalam pelukan dan ia balas memeluk pemuda itu begitu erat. Tak ingin lepas. Rasa yang tidak pernah bisa terucap oleh kata-kata dengan berbagai alasan klise. Menyesap detik demi detik yang begitu manis. Menghilangkan lelah di raga keduanya.

Lima setengah menit berikutnya, kedua wajah yang tersipu--dan baru saja kembali dari nikmatnya rasa surga--berhasil memenangkan pertandingan secara mutlak, dengan perolehan total mawar murni untuk Andreas sebanyak seratus tiga tangkai.

****

"Sompreeett!! Ketua Dewan Siswa Lazura emang sintiiing!!"

"Ah, Ndre menangnya pake cara licik! Tau gitu si Ule gue cium juga di depan umum--"

JDAK!!

"Le...!! Sumpah ampun, Le!! Leykaaaa jangan putusin gueeee...!!"

"Haaaah... capeknyaaa...."

"Guys, bagi makanan dong--"

"AAAARRGHH!!! TOLOOOONNGG!!! ADA KARASU TENGU SAMA YUKI ONNA!! SYUH SYUH!! Mana Asaka?!! MANA ASAKAAAA WOOIII PANGGIL PAWANG SETAAAANN!!!"

BLETAKK!! DUAGGH!!

DOR!! DOR!! DOR!!

BRAKK!!

"Asaka-senpai, Akito-senpai, nih ada sisa cola sama kentang keriting dari cafe."

"Ah, thanks, Nara.... Bentar lagi hanabi. Yuk nonton bareng."

****

"Ndre, yang tadi... maaf, ya?"

"Hmm? Oh... engga apa-apa."

"Bentar lagi kembang apinya mulai! Ayo kita itung sama-sama!! Sepuluh...!"

"Tuh, hanabi-nya udah mau mulai."

"Sembilan...!"

"Mau gabung ke atap sama yang lain?"

"Delapan...!"

"Hmm... engga usah, deh. Di sini aja, engga apa-apa?"

"Tujuh...!"

"Oke...."

"Enam...!"

Diam. Sama-sama menunggu.

"Lima...!"

Dua pasang mata yang memandang ke luar jendela. Tapi hati yang saling menatap satu sama lain.

"Empat...!"

"Ndi...."

"Tiga...!"

"Ya?"

"Dua...!"

"Boleh, engga?"

"Satu...!"

Mengangguk. Tanpa ragu.

Bunyi letusan kembang api, merepet dilatarbelakangi gelayut gelapnya malam. Sepasang tangan kekar yang melingkar sempurna di pundak si gadis, memeluknya dari belakang. Dan suara berat mendesah yang tertempel di telinga Nandi. Meremang bulu kuduk dan terasa amat memabukkan.

"Engga baca pikiranku 'kan, Ndi?"

Nandi tertawa. Derai tawanya sejernih percikan air sungai yang mengalir di daun telinga Andreas. Menyusup hingga sukma.

"Engga mau. Nanti aja, setelah kamu bilang sendiri sama aku."

No comments:

Post a Comment