私がいなくなったら、誰もが悲しくないだろう?
"Nulis apa lo?"
"Menurut lo?"
Gemerisik daun digesek angin. Satu hela napas. Satu embus rokok.
"Lo tuh ya, gagal banget jadi karakter orang jahat."
"... terus? Urusan lo?"
"Kalau lo dan Lyra sampai mati karena ulah lo, ya, urusan gue."
Satu lagi embus rokok. Kali ini asapnya mengambang di tempat, tak mau terbang tinggi.
Satu telapak tangan mendarat di puncak kepalanya.
"Jangan mati...."
Satu senyum, Mencemooh.
Untuk digantikan debaran lembut yang tidak bisa disembunyikan. Rasanya manis dan perih. Hangat dan menusuk.
"Kalau gue mati, seumur hidup juga lo engga bakal maafin gue, toh?"
Tawa lain. Terkekeh berat.
"Hahh... engga manis banget sih lo jadi cewek, Noir."
私が死んだら、どんな顔見せてるかい。何か考えてるかい。
私がいなくなったら、悲しくなるかい。私の死ぬほど泣かされるかい。
"Hah. Lo sendiri mendingan berhenti deh untuk jadi orang kepo."
"...."
"...."
"Maksud lo?"
君が望めなかったら、私も死にたくない。
君が臨んだら、君と一緒に生きていたい。