20130124

Exile

A song fiction
Featuring Style - EXILE
_________________________________________________________________________________


Kawaranai de, kawaranai de
Kimi no koe ga kikoeru
Sono koe wo tayori ni hashiri tsuzukeru



Jangan berubah. Jangan pernah. Bahkan untuk sekelebat kedipan mata. Jangan pernah. Jangan....
Karena sepasang kaki yang selalu membawaku berlari... menuju jernih tawa di ujung rinduku.


DOR! DOR! DOR!

JDAR!!

"Kapten--Andreas!! Minggir dari situ!"

"Sialan!! Wataru...!"

"Heaaaaaarrgghh!!!"

Syuuu...

BRAK!!

DOR! DOR!

"Asaka...!"

"Aki, Leyka, back-up Andre! BACK-UP KAPTEN BURUAN!!!"

"Andreaaasss...!! Woooiii cari mati lo, apaaa?!!"

KABOOOMM!!

Prak... Prak...




Jangan pernah berubah. Bahkan untuk setiap tetes darah di atas Bumi. Jangan pernah. Jangan....


"Andreas! Minggir--"

JLEGAARR!!


****

Kawaranai yo, kawarenai yo
Sono kotae ga kikoeru
Ano chikai wa kesenai



Dan tidak akan pernah dapat berubah....
Jawaban dari segala tanya di sorot mata, janji-janji yang pernah terucap di bibir, hingga terpatri perihnya ke dasar hati.
Tidak akan pernah berubah, tidak.


"Bego...!! Lo cari mati ya, barusan?"

"... maaf, Ley... maaf...."

"Yang barusan itu...."

"... baru separuh kekuatan Shiva."

"SEPARUH?!! Dan bisa apa kita ngadepinnya... terlebih lagi... dia...."


Betsubetsu no michi wo yuku demo kotae wa hitotsu to
Kanashigaru hitomi ni nani mo iezu ni
Uratsuita kono boku wo kesshite kuyamitakunai


"Beruntung kita bisa lolos."

"Yeah... berkat Ndre, sebetulnya...."

"... Ndre...?"


Kawaranai de, kawaranai de
Kono mune mo sakenderu
Kimi mo ima dokoka wo hashiri tsuzukeru



Ke mana pun, di mana pun, jangan pernah....
Hingga aku tiba di tempatmu kelak, maka jangan pernah....


"Jangan khawatir. Biar gue sendiri... yang maju ngelawan Shiva nantinya."

No comments:

Post a Comment