20130122

Evolusi Kukre

Ragnarok Online, a fanfiction
Disclaimer : Lee Myoung Joon and Lyto Corp.
_________________________________________________________________________________

Ketika frase kata tolol ternyata tidak cukup untuk mendefinisikan seringai-seringai polos tiga bocah laki-laki berumur tujuh tahun seusai kelas, seorang gadis berambut biru langit malam lantas berkacak pinggang dengan satu pisau pendek siap menghunus di tangan kirinya, sementara tangan kanannya menggondol satu kantung kecil yang diduga berisi sejumlah zeny.

"Kalian, ngerencanain apalagi kali ini, heh?"

Tiga senyum selebar gerbang sekolah novice di sisi Barat Laut Prontera, yang balas ditandas dua pitam besar tambahan di kepala Akachi.

"Engga mau ngomong? Oke, duit ini aku kasihin ke Kepala Sekolah--"

"--JANGAAAANN...!!!"

****

Sudah jadi legenda tentang anak-anak perempuan keluarga Lincarge yang terkenal dengan keelokan paras dan keanggunan tingkah laku mereka, dari generasi ke generasi. Kali ini, Siren berhasil mewariskan seluruh kecantikan imortal Lincrage pada anak bungsunya, Freya, dengan bukti telak peperangan para assassin dan warlock sebagai hasil salah-mantra-ramuan-cinta dari si anak gadis bersangkutan. Semua itu belum menghitung berapa ribu pria dari seantero Midgard yang berbondong-bondong mengirimkan sebuket witherless rose, permata 17 karat, hingga seperangkat gaun pengantin tak lupa cincin kawin--yang pada akhirnya mereka hanya berakhir sebagai sasaran tembak mesin-mesin tempur baru keluaran Rudolph....

... atau seperti itulah yang orang luar lihat. Namun tidak bagi Freyr, Magus, dan Orion.

Kutukan valkyrie-turun-ke-Midgard sudah mereka rasakan bahkan dari sebelum si bungsu jelita pertama kali melihat dunia. Hanya dengan seorang Akachi Lincarge, dan ketiga laki-laki itu merasakan neraka yang membakar seisi perut mereka.

Bukan. Bukannya bisa dibilang cinta. Dulunya, ini cuma cerita tentang obsesi anak-anak kecil semata.

Akachi, murid paling pintar di sekolah novice, paling gesit dan paling... segalanya. Yang kurang dari gadis mungil itu hanyalah senyum, tawa, dan segala rupa ekspresi yang menunjukkan kegembiraan. Sederhana, tapi betapa hal itu selalu menjadi taruhan-pengisi-jam-istirahat bagi Freyr, Magus, dan Orion. Ah, tidak, Freyr sebetulnya hanya ikut-ikutan diseret saja oleh dua kawan 'seperjuangan'nya. Toh Freyr tidak menolak. Toh Freyr akan dapat jatah hadiahnya sendiri dari sang ayah jika ia berhasil membuat si gadis sulung keluarga tetangga berhasil menarik sudut bibirnya barang satu detik saja.

Dan ritual Akachi bermain kucing-kucingan sepulang sekolah hingga malam menjelang, sudah jadi rutinitas harian yang tidak lagi bisa dihindarkan dan dilerai... bahkan oleh seorang ayah-terlalu-cinta-anak-perempuannya macam Rudolph Lincarge sekalipun.

****

"Leon ngaku sama lo, kalau dia suka Aka?"

Freyr mengangkat bahu. "Entah. Emang udah rusak kali otaknya? Lo sendiri, ngincer Aka juga, 'kan?"

"Abis lucu. Manyun-manyun imut gimana gitu, deh~"

"Ah, Magus emang masokis jadi orang. Atau sado? Gue sih, seneng liatnya pas dia lari dikejer-kejer kukre... buahahahahaaa!! Mukanya ampe merah gitu... lo-lo perhatiin, engga?"

"Engga. Gue sih fokus mikirin gue bakal dikasih makan malem apa sama bokap kalau berhasil bikin dia ketawa kejer."

"Monyong, lu! Mikirin makan mulu! Jadi, target hari ini, bikin Aka ketawa?"

"Sip! Pasang berapa?"

"Gue, atas nama Orion Lexar, bertaruh... TIGA MENIT!! Nih taruhan gue hari ini, tiga belas zeny."

"Cupu. Gue yakin bisa bikin dia tahan ketawa sekitar lima menit, dua puluh lima zeny."

"Err... gue yang aman, semenit aja cukup. Hmm... enam belas zeny--"

"--jadi total Kepala Sekolah bisa dapet hari ini sekitar lima puluh empat zeny, hmm? Lumayan, bisa beli satu daging buat makan malem."

Selama sisa hari itu, tidak perlu bertanya lagi jika para novice tidak berhasil menemukan poring dan lunatic untuk naik level.

****

Dan frase kata tolol kemudian menjadi karma bagi Freyr, Magus, dan Orion. Tolol karena menyumpahi kutukan keluarga Lincarge dengan segenap tawa pongah bocah kecil, dan tolol ketika bunga cinta musim semi yang menghinggapi masing-masing benak terdalam mereka, tanpa luput dari dinding ego setebal apapun. Ah, tidak, tentu saja, kali ini pun Freyr hanya 'ikut-ikutan', toh Echo bukan anak kandung keluarga Lincarge. Dan... ah, realita memang terasa pahit di lidah... Echo pada akhirnya lebih memilih Leon, si kakak kembar, ketimbang dirinya.

"Jadi, lo dulu suka Aka karena...?"

"Manyun-manyun imut, dan itu engga berubah ampe sekarang."

"Tambah parah, sebenernya. Bahkan rambutnya pun ikutan ubanan satu kepala penuh, ckckckck. Cuma cowok yang satu ini aja, yang buta-karena-cinta."

"Leon, berhenti noyor kepala gue."

"Heh, udah lama engga liat Magus ngambek."

"... kakak edan."

"Apa, Freyr? Mau disodorin golden thief bug lagi, eh?"

"Err... engga, makasih."

"Terus sekarang, masih mau lanjut taruhan kita?"

"Jelas~ tantangan dari Om Raya buat hari ini, apa?"

"Hmm... gimana caranya supaya Aka mau... pake ini!!"

Bunny band. Tiga pasang mata yang kemudian membelalak, untuk kemudian tergelak pada detik berikutnya.

"Gue pass, Leon. Gue masih sayang nyawa."

"Freyr, ikut taruhan, atau kamu kulempar ke Prontera culvert--"

"--OK OK!! Satu menit, err... tiga ratus zeny."

Magus mengangkat tangan. "Setengah menit cukup, gue cuman pengen liat after effect-nya doang. Lima ratus zeny."

"Gue, atas nama penerus keluarga Lexar yang bentar lagi bakal lahir, tiga menit, empat ratus lima puluh zeny!!"

"Heh, cupu lo semua. Gue yakin, bisa maksa dia pake ini LIMA MENIT, tujuh ratus dua puluh lima zeny--"

Mata katar tipis, dingin menempel di leher Leon. Cairan lengket berwarna keunguan, dan para lelaki yang duduk mengelilingi satu meja bundar di salah satu kafe di sudut Payon mendadak tahu kalau Akachi baru saja menemukan spesies racun-serangga-pembuat-impotensi terbaru.

"Total semuanya seribu sembilan ratus tujuh puluh lima zeny. Bahkan engga cukup untuk biaya gue hidup selama satu minggu di pedalaman Gunung Mjolnir...."

Setelah ada legenda mengenai Satan Morroc, para penduduk yakin bahwa Payon pun memiliki satu legenda tersendiri mengenai Assassin Payon yang siap membumihanguskan kota, detik itu juga.

4 comments:

  1. Raya sableng, Leon gendeng. Ini pria-pria apa nggak ada yang bener apa sirkuit otaknya? Pada konslet semua. Aka tsundere kelas mahawahid pula. Mau jadi apa Midgard kalo petingginya pada ngawur begini semua -.-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tinggal tunggu digempur Arunafeltz, Republik Schwartzvald, atau New World, sepertinya.... (=____=)b

      Delete
  2. Ucapkan selamat tinggal pada Midgard yang damai dan bebas, serta katakan selamat datang pada masa-masa gelap perebutan rezim tiga kerajaan. Salahkan semua pada kesintingan para GM dan kengawuran para orang tua dalam mendidik anak-anak mereka.

    *lalu dilempar ke lubang Morroc*

    ReplyDelete
    Replies
    1. No need to worry... dalam soal pertahanan negara, gue rasa para GM lasak bin belingsatan ini siap mendedikasikan seluruh jiwa dan raga mereka dalam menjaga kedamaian Midgard dari gempuran negara tetangga. Yang jadi masalah adalah ketika... mereka mulai suatu rezim di mana diwajibkan setiap anak mudanya untuk, ehm, menikah dengan yang berbeda profesi....

      *dibacok guillo-cross*

      Delete