20130122

Cross Impact

Ragnarok Online, a fanfiction
Disclaimer : Lee Myoung Joon and Lyto corp.
_________________________________________________________________________________

Pintu masuk sphinx, dan hamburan tornado pasir hampir saja menerjang pintu Barat kota Morroc.

"Lincarge, tunggu--hey, kubilang tung--"

JDAR! JDAR!

"Jangan asal tebas--HEY!! Berhenti sekarang atau--"

Syuuu...

JDAARR!!!

"Akachi!! Berhenti--BERHENTI!! Berhenti atau aku sebagai--"

Pisau beracun bergagang keemasan melayang, nyaris menyerempet satu milimeter di samping telinga Az. Kepulan debu dan pasir yang mulai menipis, memperlihatkan sosok salah satu antek Satan Morroc--yang baru saja lepas dan mengamuk di kota--menggelepar, bersimbah cairan lengket hijau kebiruan, dan seorang wanita muda bertubuh tegap. Matanya nyalang menatap Az. Ganas.

"Sebagai guild master tidak segan-segan untuk menebas kepalamu, begitu, Az?" cemooh Akachi. Bibirnya tertarik beberapa sentimeter, melengkung sinis penuh ancaman. Nada bicaranya merendah lagi satu oktaf. "Butuh dua setengah tahun menggantikan posisiku untuk membuatmu merasa, di atas angin?"

"Akachi! Sudah kubilang kalau aku akan menyelesaikannya sendiri, lalu mengapa--"

Tepukan di pundaknya, nyaris membuat Az menancapkan jamadhar pada si pemilik tangan tersebut--seorang sorcerer pria yang setengah tubuhnya ditutupi pasir, diikuti seorang rune knight di belakangnya.

"Tahu waktumu, Az," keluh Freyr, menyisir rambutnya dari sisa pasir yang menghujani. "Siapapun yang tidak tahu kapan waktunya Aka marah...."

"... harus bersyukur masih bisa hidup di tempat."

Sayangnya, Az tetap tidak mengerti apa yang membuat mantan guild master-nya semurka itu. Apakah karena ia membiarkan Inkarnasi Morroc tanpa sengaja lepas dan berkeliaran mencari makan siang di dalam kota, atau karena ia menghalangi jalan sang superior yang hendak berburu Pharaoh?

****

"Masih ngambek sama Az, Ka?"

"... kayak gini, udah keliatan damai?"

"Kalian emang ada masalah apa, sih? Gue sebagai sepupunya, jadi engga enak, tahu!"

Satu hela napas. Berganti dengusan. "Kalau engga gini, kapan dia punya waktu santai untuk ngasih surat pembebasan pengasingan gue?"

"... terus lo sekarang di sini, muter-muter nyari Pharaoh...."

"... hidup lo sendiri juga sama aja engga nyantainya, Ka...."

No comments:

Post a Comment