Disclaimer: GoRa and GoHands
_________________________________________________________________________________
Bar HOMRA, Izumo menuang minuman racikannya dengan pandangan antara ngeri dan mual. Bagaimana tidak? Cocktail kebanggaannya yang kaya akan rasa pahit dan manis kini harus ditambahkan pelengkap berupa pasta kacang edamame... berterima kasih pada seorang pelanggan setia yang juga merupakan maniak pasta dan selai kacang kelas mahawahid. Izumo menelan ludah dan menyuguhkan minuman tersebut pada sang pelanggan... padahal ini sudah kali kedua puluh satu Izumo menyajikan substansi maut itu dalam berbagai variasi.
Tetap saja, untuk seorang Awashima Seri, cocktail pesanannya sudah menjadi sekelas minuman raja-raja Bangsa Babylonia.
"Terima kasih minumannya," ujar Seri, dengan anggun menenggak cocktail-nya perlahan, juga memunculkan gurat-gurat panggilan-muntah-di-tempat pada wajah tampan Izumo.
"Eh iya, sama-sama...," dengus Izumo, masih berusaha seramah dan sesopan mungkin pada pelanggan berkelakuan minusnya. "Lalu, ada berita apa untuk hari ini, Seri-chan?"
Letnan Scepter 4 itu meletakkan gelasnya yang sudah setengah kosong di meja bar, lalu pandangannya beralih menyusuri rak-rak koleksi minuman beralkohol si bartender. "Biasa saja. Pihak militer negara yang protes atas penghasilan pajak yang dipotong untuk menggaji Scepter 4, Hidaka yang harus dirawat permanen setelah tujuh belas kali ditendang White Bean Tofu Stew, Kapten Munakata yang bolak-balik mengunjungi kediaman Raja Emas di sela-sela waktu sibuknya--entah untuk apa, dan...."
"Dan...?"
Mata Izumo menyelidik. Seri melengkungkan bibirnya dan sudah gatal ingin berbicara.
"Fushimi mengajukan cuti kerja selama satu minggu."
Telinga Izumo tergelitik. Kali ini ia yang mengulas senyum tipis. Kali ini Seri yang menatap penuh rasa ingin tahu.
"Kau tahu alasannya?"
"Ha...! Dia 'kan anggota Scepter 4, kenapa harus aku yang tahu alasan dia cuti seminggu?"
"Apa ini tidak ada hubungannya dengan Raja Merah yang baru?"
Izumo tergelak. Seri menaikkan sebelah alisnya.
"Yata-chan? Mungkin ada. Karena hampir satu minggu rajaku hanya mampir ke bar barang satu-dua jam saja, dan setelah itu dia pergi lagi."
"Ke mana?"
"Entah. Tim mata-mata yang diketuai oleh Kamamoto dan Shouhei mengatakan bahwa Yata-chan menyibukkan dirinya dengan berbagai macam kerja sambilan... jadi penjaga supermarket hingga kuli angkut bangunan."
"Hee.... Raja Merah, sedang krisis keuangan?"
"Jangan bercanda, Seri-chan. Mikoto saja bisa hidup hanya dengan uang dari barku ini, lalu kenapa dia tidak bisa?"
Seri mengangguk-angguk, lalu menghabiskan minumannya dalam beberapa teguk. Wanita itu berdiri, melangkah meninggalkan bar, setelah sebelumnya melempar pandang dan senyum manis pada Anna yang, sebetulnya, sedari tadi duduk diam di sofa, menguping percakapan para orang dewasa itu sembari memainkan kelereng merahnya.
Suara kecil Anna kemudian tertangkap ujung gendang telinga Izumo. "Kau tidak mengatakannya dengan lengkap."
"Mengatakan... apanya?"
"Alasan Misaki sibuk kerja."
"Karena tidak ingin menumpang hidup padaku, begitu 'kan?"
Anna mengangkat kelerengnya, mengintip Izumo dari balik bola kaca merah menyala itu.
"Izumo... kau pembohong kelas kakap."
****
"Ada perkembangan?"
"A--Kusanagi-san...! Masih sama, dalam dua puluh menit lagi dia akan bergerak menuju tempat penjual bento."
"Bagus, ikuti terus. Kalau ada perkembangan, jangan lupa beri tahu aku."
"Kusanagi-san, mau ke mana...?"
"... menghubungi mantan anggota HOMRA."
"... eh??"
****
"Halo, di sini Fushimi."
"Ara, Fushimi-kun... kau tentunya sudah membaca pesan di PDA-mu bahwa--"
"--Letnan Awashima bergosip apa lagi kali ini, Kusanagi-san?"
"Hei, jangan sewot dulu. Aku melakukan ini untuk membantumu."
"... aku tidak butuh bantuan."
"Hahhaa~ Fushimi Saruhiko si anggota Scepter 4 masih jadi Fushimi-kun yang tsundere, eh?"
"... tch, kau memang merepotkan. Ya, aku sudah membaca pesanmu. Lalu? Jangan bilang Kapten Munakata tiba-tiba saja memberiku izin cuti karena ikut bersekongkol denganmu."
"Loh? Bukannya kau sendiri yang minta cuti?"
"... tch. Sudahlah. Jadi rencananya, seperti itu?"
"Betul sekali. Dan ingat, Monyet Bodoh, dia melakukan ini untukmu, jadi kau pun harus melakukan hal serupa--"
"--Tidak perlu diingatkan, aku sudah tahu. Tch... menyebalkan."
"Dan ingat bahwa ini juga merupakan--ehm, balas jasa antara Raja Biru dan Mikoto, jadi...."
"... bahkan Kapten Munakata pun tidak bisa melepaskan tali nasibnya bersama Mikoto-san, begitu?"
"Dia hanya tidak ingin kalian berdua mengalami nasib yang sama."
"... tch. Kalian ini benar-benar sekumpulan orang-orang yang senang ikut campur."
"Hahahaaa... kau bisa katakan itu berkali-kali nantinya, Fushimi-kun. Dan... selamat datang kembali di HOMRA. Selamat berjuang."
"... tch."
... trek.
Tut... tut... tut....
No comments:
Post a Comment