Mereka dekat, begitu dekat,
bahkan ketika sang adik nyaris tak mampu melihat dunia, sang kakak menyobek jalan keluar demi hidup kembarannya.
Merah pekat yang lantas menggenang. Tak berhenti. Raja yang tahu kebenarannya jadi murka.
Dan di malam yang sama, saat pertama kali tangis mereka pecah di angkasa, Raja mengirim salah seorang ajudan setianya,
untuk melenyapkan sang adik, jauh dari pandangannya.
****
"Kamu itu adikku. Ayo kita pulang sama-sama!"
"Aku tidak mau!"
"Kenapa? Kamu tidak mau hidup di istana? Kamu tidak mau hidup bersama aku, kakakmu satu-satunya? Sungguh, istana itu jauh lebih menyenangkan ketimbang gubuk kecilmu di tengah hutan ini."
"Kalau begitu, kenapa Raja membuangku sewaktu kecil? Kenapa aku bisa ada di sini? Kenapa tidak sejak awal saja aku tinggal di istana emas itu?"
"... dari mana kamu tau?"
"Paman hulubalang yang merawatku dalam pelarian di sini."
"Jadi, kamu tidak mau pulang."
"Tiiiidak!"
"Kamu memang keras kepala."
"Kamu juga sama."
"Hehe, karena kita dekat, sangaaaat dekat."
"... iya. Kita dekat, sejak dulu dari rahim yang sama."
****
Xiao Lan Xan, penerus sah Dinasti Xan, tinggal di istana megah dengan segala tetek bengek tentang ilmu kenegaraan, sosiologi, politik, antropologi, dan wajib-militernya di umur delapan belas tahun.
Dan di umur delapan belas tahun, Xiao Mei, adik kembar yang disingkirkan Raja, terkenal sebagai seorang gadis cenayang sakti dengan ilmu mediasi rohnya, terdengar hingga ke seluk-beluk istana.
Orang hanya tahu jika nama depan Xiao Mei sama dengan nama putra mahkota. Hanya Raja, Xiao Lan, dan tentunya mantan hulubalang Raja yang membesarkan Xiao Mei, yang tahu jika gadis itu tak lain merupakan adik dari putra mahkota.
Sembilan tahun silam, Xiao Mei membakar wajah sisi kanannya sendiri. Agar tidak ada yang menyadari kemiripannya dengan putra mahkota.
Karena Dinasti Xan memiliki ramalan. Dan sejarah. Barang siapa melahirkan kembar dengan sang adik perempuan sebagai cenayang istana yang sanggup lahir ketika sang kakak menyobek rahim ibunya, maka di umur mereka yang ke dua puluh satu, dinasti itu akan binasa.
No comments:
Post a Comment