20131108

Immortality #6

A duet fiction
Featuring Freyr (c) Tasya Aniza
_________________________________________________________________________________

Pintu menjeblak terbuka. Sorot terkejut dan keheranan Shinji yang dibalas tatap murka Freyr. Tidak biasanya.

Ya.

Tidak biasa.

"Kamu... udah keluar dari rumah sakit? Kapan? Tumben engga minta jemput--"

"Mana Andreas?"

Shinji mengangkat sebelah alisnya. Ia tahu ada yang salah.

Semakin. Tidak. Biasa.

"Freyr, kalem--"

"Shin, tolong... di mana dia? Ada yang harus kukatakan, tentang dia... tentang Kanami...."

Satu hela napas. Shinji meraih batang rokok dan memantikkan ujung sumbunya. Asapnya lagi-lagi membuat Freyr berjengit. Kesal.

Berusaha, untuk terlihat biasa saja.

Menjadi. Keadaan. Biasa.

"Andreas, udah pergi."

....

'Eh?'

Isapan tembakau lainnya menyusul. Shinji tidak tahu, asapnya membakar perih hingga paru-paru Freyr. Hal yang seharusnya biasa saja, namun hanya untuk momen itu menjadi tidak biasa.

"Iya, pergi... balik ke negaranya kemarin malem. Kalau mau lihat, kamarnya udah kosong... bahkan aku engga ngerti gimana caranya dia bawa anjing sialannya masuk ke pesawat."

Kata-kata sinis yang biasa. Yang tidak biasanya adalah raut wajah Freyr, menggelap.

Isapan yang terakhir, disertai satu lengkung bibir sinis khasnya.

"Tenang, Freyr. Kamu adalah orang terakhir dari daftar temen-temennya dia yang dateng ke sini cuma buat capek-capek nyariin dia."

.

"So, berhubung kamu udah keluar dari rumah sakit... kamu mau ikut aku 'liburan' ke negara tropis, Freyr?"

No comments:

Post a Comment