“Kemukus?”
“Iya, kemukus. Kapan
ya, negara kita kedatangan kemukus?”
“Sebentar… memangnya
kemukus itu apa, Sha?”
“Astaga. Kamu engga
tahu kemukus, Sa? Kemukus itu bintang berekor….”
****
“Nay, tau yang namanya kemukus?”
Wajah Naya yang muncul dari balik onggokan buku-buku tebal
dan carik-carik kertas menghambur. Bola matanya membulat. “Hah?? Apaan tuh,
Nesh?”
“Bintang berekor.”
“… bedanya sama komet, apa?”
“Komet ‘kan bahasa serapan. Sementara Bahasa Indonesia
aslinya, bintang berekor itu namanya kemukus.”
“… oooh…. Terus? Tau dari mana lo, bahasa macem gitu?”
Lengkung kecil mampir di bibir Aksara. Ada desah yang
dihembus setitik pilunya.
“Cuma dari orang yang suka sastra dan punya cita-cita jadi
astronom.”
No comments:
Post a Comment