20110530

ashAksara


Asha Kirana
Air mata yang enggan jatuh
menapaki Bumi dan luluh
Senyum yang kerap disentuh
jemari-jemari digenggam rapuh
Seakan tak kenal luka
langkah kecilnya akan asa
walau hampa
di sinilah deritanya


Ganesh Aksara
Kemana sinar dicari
lentera temaram lantas menari
di antara titik api-api
labuh lelahnya yang menepi
Dan tak dikenal katanya henti
hingga tak ada lagi mimpi
hanya arti
saat raga kelu dipeluk sepi


Airlangga Dwisuman
Tubuh-tubuh mati diguyur hujan
bengis, tanpa ampunan
Tak butuh tangan kiri kanan
Tak pula jiwa masih bertahan
Tinggal matanya nyalang
dalam badai ditantang
Bibir yang berteriak lantang
gurat takdir yang ditentang

No comments:

Post a Comment